Mengenal Komponen Elektronika: Cara Membaca Nilai Resistor

Di posting oleh Elek pada 06:03 PM, 24-Jan-11



Hampir semua rangkaian elektronika menggunakan komponen resistor, jadi kemampuan membaca nilai gelang warna pada resistor mutlak diperlukan.

Tipe resistor yang umum adalah berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk gelang kode warna untuk memudahkan pemakai mengenali besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter.

Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut:



Resistansi dibaca dari warna gelang yang paling depan ke arah gelang toleransi berwarna coklat, merah, emas atau perak. Biasanya warna gelang toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan warna gelang yang pertama agak sedikit ke dalam.

Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Kalau anda telah bisa menentukan mana gelang yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya.

Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20% memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi).

Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya. Misalnya resistor dengan gelang kuning, violet, merah dan emas. Gelang berwarna emas adalah gelang toleransi. Dengan demikian urutan warna gelang resitor ini adalah, gelang pertama berwarna kuning, gelang kedua berwana violet dan gelang ke tiga berwarna merah. Gelang ke empat tentu saja yang berwarna emas dan ini adalah gelang toleransi. Dari tabel-1 diketahui jika gelang toleransi berwarna emas, berarti resitor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansinya dihitung sesuai dengan urutan warnanya.

Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resitor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga gelang selain gelang toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh gelang pertama dan gelang kedua. Masih dari tabel-1 diketahui gelang merah nilainya = 2 dan gelang hijau nilainya = 5. Jadi gelang pertama dan kedua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 25. Gelang ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna gelangnya orange berarti faktor pengalinya adalah 1000. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan X faktor pengali atau 25 X 1000 = 25K Ohm dan toleransinya adalah 5%.

Membaca nilai resistor dengan 5 gelang warna ( gelang 4 warna + gelang toleransi)

Resistor dengan gelang seperti ini digunakan untuk rangkaian elektronika dengan presisi tinggi, resistor dengan presisi 2%, 1% atau bertoleransi lebih rendah. Cara membaca gelang mirip dengan sistem sebelumnya, hanya saja ada perbedaan nomor dari angka. Gelang pertama, kedua dan ketiga mewakili nilai angka, gelang ke empat adalah pengali (multiplier) dan gelang ke lima adalah toleransi.

Berikut adalah standar tabel kode warna resistor:

Warna
Gelang ke-1
Gelang ke-2
Gelang ke-3 *
Pengali
Toleransi
Koefisien Suhu
Fail Rate


Hitam
0
0
0
×100

Coklat
1
1
1
×101
±1% (F)
100 ppm/K
1%

Merah
2
2
2
×102
±2% (G)
50 ppm/K
0.1%

Jingga
3
3
3
×103
15 ppm/K
0.01%

Kuning
4
4
4
×104
25 ppm/K
0.001%

Hijau
5
5
5
×105
±0.5% (D)

Biru
6
6
6
×106
±0.25%(C)

Ungu
7
7
7
×107
±0.1% (B)

Abu-abu
8
8
8
×108
±0.05% (A)

Putih
9
9
9
×109

Emas
×0.1
±5% (J)

Perak
×0.01
±10% (K)

Tanpa Warna
±20% (M)

(*) Gelang ke-3 hanya untuk resistor 5 gelang.

Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resistor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk balok memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder.

Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung dibadannya, misalnya 100 5W yang berarti 100 Ohm 5Watt atau ada juga seperti 1k2 5W berarti 1200 Ohm 5Watt. Cukup
mudah bukan? Semoga bermanfaat.

Sumber: http://coretancempluk.wordpress.com/2010/01/07/cara-mudah-membaca-gelang-warna-resistor/ dan http://infoservicetv.com/cara-membaca-nilai-resistor.html

http://belajarelektro.heck.in

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Mengenal Komponen Elektronika: Cara Membaca Nilai Resistor"

argeom pada 04:17 PM, 07-Jun-13

saya merasa terbantu dengan blog ini mas, karena saya baru mulai2 mencoba belajar elektronika boleh berlangganan mas ? mohon dikirimkan ke email saya jika ada yang baru mas. abuikhfa@yahoo.com

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar